Bukan Kaleng-kaleng! Lulusan Sekolah Kemenperin Jadi Rebutan Perusahaan Dalam dan Luar Negeri

Oleh : Ridwan | Rabu, 10 Juni 2026 - 13:52 WIB

INDUSTRY.co.idJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menunjukkan hasil nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. Melalui program pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri atau link and match, ribuan lulusan berhasil terserap dunia kerja hanya dalam waktu beberapa bulan setelah lulus.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pengembangan SDM industri menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di tengah ketatnya persaingan global.

"Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik agar menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter industri yang kuat sehingga mampu berdaya saing secara global," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Sepanjang 2025, Kemenperin mencatat sebanyak 5.472 lulusan berhasil dihasilkan dari 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK binaan Kemenperin yang tersebar di berbagai daerah.

Yang menarik, mayoritas lulusan tersebut langsung terserap industri dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyebut tingginya tingkat penyerapan lulusan menjadi bukti bahwa sistem pendidikan vokasi industri yang diterapkan Kemenperin berjalan efektif.

Menurutnya, kurikulum pendidikan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung di lingkungan industri sehingga lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

Keberhasilan program vokasi Kemenperin tercermin dari kisah Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal. Jeihza bahkan berhasil menembus perusahaan internasional Mono Group Hungaria dan bekerja di bagian Sanding Department sebelum resmi diwisuda.

"Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," ujar Jeihza.

Tak hanya itu, lulusan Politeknik STTT Bandung, Pipit Fitriyani, kini sukses menduduki posisi General Manager di PT TESTEX Testing and Certification.

Baca Artikel Lainnya

IIW Indonesia 2026 Dibuka, 1.800 Eksibitor Ramaikan Ajang Industri Internasional di Jakarta

PHK Mengintai! KSPSI Desak Bahlil Turun Tangan Atasi Harga Gas Industri yang Mencekik

Langkah Berani Menperin Agus Gumiwang: Arus Impor Dialihkan ke Indonesia Timur

Menurut Pipit, pendidikan vokasi Kemenperin memberikan bekal yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja karena memadukan teori dan praktik secara seimbang.

Prestasi lulusan Kemenperin tidak hanya terlihat di dunia kerja. Muhammad Daffa Kayana, lulusan SMK-SMAK Padang tahun 2025, berhasil diterima di Nanjing Tech University, China.

Daffa mengaku pengalaman belajar teori dan praktik laboratorium selama di SMK-SMAK Padang menjadi modal penting yang membantunya menembus perguruan tinggi luar negeri.

Tingginya kualitas lulusan juga tercermin dari membludaknya minat masyarakat untuk masuk ke sekolah vokasi Kemenperin.

Melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2025, sebanyak 82,8 ribu peserta mendaftar ke politeknik dan akademi komunitas Kemenperin. Sementara 28,8 ribu peserta lainnya berebut kursi di SMK binaan Kemenperin.

Total lebih dari 111 ribu pendaftar mengikuti seleksi, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi yang dinilai mampu membuka jalan cepat menuju dunia kerja.

Kemenperin optimistis program vokasi industri akan terus menjadi salah satu motor utama dalam mencetak tenaga kerja unggul dan mendukung target transformasi industri nasional menuju negara maju.