Tak Cuma Destinasi Wisata, Tanjung Lesung Digadang Jadi Model Pembangunan Abad 21

Oleh : Ridwan | Kamis, 11 Juni 2026 - 10:01 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, hingga ancaman perubahan iklim membuat banyak orang mencari tempat yang menawarkan ketenangan, keamanan, dan kedekatan dengan alam. 

Di tengah tren tersebut, Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, disebut memiliki peluang besar menjadi "sanctuary" atau ruang perlindungan dan pemulihan yang relevan dengan kebutuhan dunia masa kini.

Chairman Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter, Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono atau SD Darmono, menilai dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar dalam cara memandang pembangunan dan pariwisata.

  Menurutnya, model pembangunan abad ke-20 yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam mulai bergeser ke arah pembangunan yang mengutamakan restorasi dan pelestarian lingkungan.   "Kalau model pembangunan abad ke-20 sebagian besar didorong dengan pemanfaatan sumber daya alam, model pembangunan abad ke-21 ditentukan oleh kemampuan kita melakukan restorasi, termasuk restorasi lingkungan," kata Darmono dalam keterangannya di Jakarta.   Ia menjelaskan, kawasan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan akan memiliki nilai semakin tinggi di masa depan. Alam yang terjaga kini bukan lagi dianggap sebagai penghambat pembangunan, melainkan aset strategis yang mendukung keberlanjutan ekonomi.   Dalam konteks pariwisata, Darmono menilai keberhasilan sebuah destinasi tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah bangunan atau fasilitas yang tersedia. Faktor lingkungan seperti pantai yang bersih, hutan yang lestari, terumbu karang yang sehat, hingga budaya lokal yang tetap hidup justru menjadi daya tarik utama wisatawan.   "Ketika wisatawan menghargai pantai yang bersih, hutan yang lestari, terumbu karang yang sehat, dan budaya lokal yang hidup, maka ekonomi akan memberikan insentif untuk menjaga semuanya," ujarnya.     Karena itu, pariwisata yang dikelola secara berkelanjutan dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   Darmono melihat Tanjung Lesung memiliki peluang besar untuk menerapkan konsep tersebut. Kawasan wisata terintegrasi seluas 1.500 hektare di Pandeglang, Banten, itu menawarkan berbagai aktivitas wisata, mulai dari wisata air, darat, udara hingga budaya.   Menurutnya, Tanjung Lesung berkembang pada momentum yang tepat ketika dunia sedang mencari model pembangunan baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.   Alih-alih mengejar jumlah wisatawan sebanyak-banyaknya, pengembangan kawasan dapat difokuskan pada peningkatan kualitas pengalaman wisata. Begitu pula pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan secara terukur agar tetap terjaga dalam jangka panjang.   "Dengan hadirnya akses Tol Serang-Panimbang yang segera rampung, Tanjung Lesung tidak hanya menjadi lebih dekat secara geografis. Tanjung Lesung menjadi lebih relevan dengan kebutuhan dunia saat ini," jelas Darmono.     Ia juga menekankan bahwa investasi masa depan tidak lagi hanya diukur dari keuntungan finansial semata. Investasi yang mampu menciptakan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat akan menjadi semakin penting.   Menurut Darmono, dunia membutuhkan lebih banyak sanctuary, yakni kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan.   "Tanjung Lesung memiliki peluang menjadi contoh bagaimana manusia dan alam bisa tumbuh bersama di abad ke-21," pungkasnya.

Baca Artikel Lainnya

BSD City Siapkan Dairyland at Hiera, Destinasi Wisata Edukatif Bertema Peternakan Pertama di Kawasan

Wisata Hidden Gems Kian Diminati, Airbnb Sebut Manfaat Pariwisata Mulai Menyebar ke Daerah

Libur Tengah Tahun Makin Terjangkau, Agoda Rilis Daftar Penerbangan Murah di Asia