Hoi Fu Paper Gelontorkan Rp1,12 Triliun di KEK Kendal, Serap 1.000 Pekerja dan Pertebal Basis Industri Kemasan

Oleh : Hariyanto | Senin, 04 Mei 2026 - 17:45 WIB

INDUSTRY.co.id - Kendal - Gelombang investasi manufaktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal belum menunjukkan tanda melambat. Kali ini, PT Hoi Fu Paper Packaging menggelontorkan investasi senilai Rp1,12 triliun untuk membangun pabrik kemasan di kawasan industri tersebut, mempertegas daya tarik Kendal sebagai magnet industri pengolahan di Jawa Tengah.

Investasi anyar ini diproyeksikan menyerap hingga 1.000 tenaga kerja, dengan dominasi sekitar 95% berasal dari tenaga kerja lokal. Penyerapan tenaga kerja itu akan dilakukan bertahap dalam tiga fase, masing-masing 300 pekerja pada tahap awal, kemudian 500 pekerja, dan 200 pekerja pada fase akhir.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan masuknya industri kemasan tersebut tidak hanya memperluas basis manufaktur di KEK Kendal, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi sektor lain.

“Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan UMKM,” ujar Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (3/5/2026). 

Masuknya PT Hoi Fu Paper Packaging mempertebal catatan kinerja KEK Kendal yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Tengah. Hingga triwulan I 2026, kawasan ini mencatat investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan total serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang.

Derasnya investasi tersebut ikut mengerek pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga 9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Bahkan, kontribusi kawasan itu terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah telah mencapai 24,33%.

Di tengah tekanan geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah menilai arus investasi menjadi instrumen utama menjaga momentum pertumbuhan nasional. Susiwijono menegaskan pemerintah akan memperketat pengawalan terhadap realisasi investasi agar dampaknya lebih nyata bagi perekonomian.

“Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Dari sisi kualitas investasi, Kabupaten Kendal juga menunjukkan efisiensi yang relatif baik. Incremental Capital Output Ratio (ICOR) daerah itu tercatat di level 3,92, yang menunjukkan investasi yang masuk mampu menghasilkan output ekonomi secara optimal. Indikator ini menjadi salah satu faktor yang mendorong realisasi investasi Kendal menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Namun, tingginya minat investor mulai menimbulkan tantangan baru, yakni keterbatasan lahan industri. Utilisasi lahan KEK Kendal kini hampir penuh, memaksa pengelola dan pemerintah menyiapkan ekspansi kawasan.

Susiwijono, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan perluasan kawasan hingga 1.000 hektare guna mengakomodasi permintaan investasi baru.

“Rencana ekspansi 1.000 hektare dilakukan karena utilisasi lahan KEK Kendal sudah hampir mencapai 100 persen. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK,” ujarnya.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Kendal melihat investasi baru ini sebagai penguat struktur ekonomi lokal. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai posisi strategis Kendal sebagai daerah penyangga industri Jawa Tengah akan semakin solid dengan tambahan investasi sektor kemasan.

“Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging ini dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata Dyah.

Ekspansi industri kemasan dinilai strategis seiring pertumbuhan sektor manufaktur, makanan-minuman, dan logistik yang membutuhkan rantai pasok kemasan lebih kuat. Dengan masuknya Hoi Fu Paper Packaging, KEK Kendal bukan hanya memperluas basis industri, tetapi juga memperkuat ekosistem manufaktur terintegrasi yang menjadi tulang punggung industrialisasi di wilayah tengah Pulau Jawa.

Untuk diketahui, KEK Kendal sendiri merupakan anak usaha dari PT Jababeka Tbk, (KIJA) dan merupakan perusahaan join venture dengan entitas asal Singapura Sembawang Corporation (Sembcorp).