TVRI Perketat Aturan Nobar Piala Dunia 2026, 200 Penyelenggara Kantongi Lisensi

Oleh : Hariyanto | Jumat, 08 Mei 2026 - 11:16 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - TVRI mematangkan persiapan penayangan FIFA World Cup 2026 dengan memperketat mekanisme penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di seluruh Indonesia. Sebagai pemegang hak siar resmi turnamen tersebut di Indonesia, TVRI menyiapkan panduan penggunaan siaran sekaligus aturan ketat bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menghindari pelanggaran hak siar.

Langkah ini dilakukan seiring tingginya antusiasme publik terhadap pesta sepak bola empat tahunan itu. TVRI memastikan setiap kegiatan nobar, baik bersifat komersial maupun non-komersial, wajib mengantongi izin resmi berupa kartu lisensi yang diperoleh melalui portal Bola Gembira TVRI.

Direktur Pengembangan Usaha TVRI, Retno Wulan Kartiko Purbojati, mengungkapkan hingga saat ini sudah ada sekitar 200 penyelenggara nobar yang mengantongi lisensi resmi. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah mendekati kick-off turnamen.

“Animo masyarakat sangat tinggi. Kami memprediksi jumlah ini akan bertambah. Oleh karena itu, penting bagi TVRI untuk memastikan nobar ini terselenggara dengan aman dan nyaman,” ujar Retno Wulan dalam konferensi pers di Kantor TVRI, Jakarta, Kamis (7/5).

Dalam ketentuan yang diterbitkan, TVRI mewajibkan penyelenggara nobar menggunakan siaran TVRI Nasional atau TVRI Sport sebagai sumber tayangan resmi. Penyelenggara juga dilarang melakukan streaming ulang ke media sosial maupun menggunakan logo resmi Piala Dunia 2026 untuk kepentingan promosi.

Tak hanya soal hak siar, TVRI juga memasukkan unsur pemberdayaan ekonomi lokal. Untuk kegiatan nobar dengan kapasitas di atas 500 orang, penyelenggara diwajibkan melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) minimal 10% dari total kapasitas acara.

TVRI menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan nobar di lapangan. Jika ditemukan data yang tidak sesuai dengan pendaftaran, lembaga penyiaran publik itu berhak membatalkan atau merevisi izin yang telah diberikan.

Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan, TVRI menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pengamanan titik-titik nobar di berbagai daerah. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan aparat kepolisian siap mengawal jalannya kegiatan.

“Polri berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan pesta sepak bola ini. Fokus kami adalah memastikan setiap titik nonton bareng yang telah terdaftar memiliki asistensi pengamanan yang memadai,” kata Trunoyudo.

Selain memperkuat sisi distribusi dan pengamanan siaran, TVRI juga menyiapkan penguatan konten siaran dengan menghadirkan deretan legenda sepak bola nasional sebagai komentator dan analis pertandingan.

Editor in Chief Piala Dunia 2026 TVRI, Usman Kansong, mengatakan kehadiran para legenda sepak bola itu diharapkan bisa memberikan perspektif analisis yang lebih mendalam bagi penonton.

“Kami ingin menampilkan mereka untuk memberikan analisis yang menambah pengetahuan dan kita harapkan bisa menginspirasi perkembangan sepak bola Indonesia,” ujar Usman.

TVRI dijadwalkan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Sebanyak 98 pertandingan akan disiarkan secara langsung, sementara enam pertandingan lainnya akan tayang tunda karena benturan jadwal. Penayangan ini menjadi bagian dari komitmen TVRI untuk menghadirkan siaran olahraga berstandar internasional yang inklusif dan dapat diakses masyarakat luas melalui platform free-to-air.