HKI: Pelemahan Rupiah Bukan Ancaman, Justru Bisa Jadi Jalan Masuk Investasi Besar ke Indonesia

Oleh : Ridwan | Senin, 08 Juni 2026 - 12:13 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta  – Pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dinilai bukan alasan untuk pesimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. 

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) justru melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk mempercepat reformasi dan menarik lebih banyak investasi asing ke Tanah Air.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menegaskan, gejolak yang terjadi di pasar keuangan saat ini merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang juga dialami banyak negara berkembang. Karena itu, kondisi tersebut perlu disikapi secara objektif dan proporsional.

"Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi Covid-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia. Daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham," ujar Ma'ruf dalam keterangannya.

Menurut HKI, penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, volatilitas harga energi, hingga perpindahan modal internasional memang memberikan tekanan terhadap pasar keuangan di berbagai negara. Namun, indikator tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi riil suatu negara.

HKI menilai fundamental ekonomi Indonesia masih sangat menjanjikan bagi investor jangka panjang. Besarnya pasar domestik, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, program hilirisasi industri, serta berkembangnya kawasan industri di berbagai daerah menjadi modal kuat untuk mempertahankan daya tarik investasi.

Ma'ruf mengatakan, yang paling dibutuhkan saat ini adalah percepatan reformasi struktural agar investasi yang masuk dapat segera terealisasi. 

Ia menilai faktor seperti penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, ketersediaan energi, serta pembangunan infrastruktur memiliki pengaruh lebih besar terhadap keputusan investor dibanding fluktuasi jangka pendek di pasar keuangan.

"Investor pada dasarnya mencari tiga hal, yaitu kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik," kata dia.

HKI juga mengapresiasi langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar dan menjaga daya tarik aset-aset domestik di tengah ketidakpastian global.

Baca Artikel Lainnya

Bos HKI: Indonesia Tetap Jadi Tujuan Investasi Investor Global

Cikarang Raya: Saatnya Bersatu Menjadi Metropolitan Industri, Perdagangan, dan Gaya Hidup Terbesar di Indonesia

10 Raksasa Manufaktur Kuasai Kawasan Industri Jababeka (KIJA) Jadi Tulang Punggung Ekspor Nasional

Lebih lanjut, HKI melihat perlambatan ekonomi dunia justru dapat membuka peluang baru bagi Indonesia. Saat ini banyak perusahaan multinasional tengah mengevaluasi rantai pasok global mereka dan mencari lokasi investasi yang lebih efisien, stabil, serta memiliki pasar besar.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan relokasi industri global apabila reformasi regulasi dan percepatan investasi dapat dijalankan secara konsisten.

"Sejarah menunjukkan negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih. Saat ini bukan waktunya pesimis, melainkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Ma'ruf.

HKI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam mempercepat investasi dan memperkuat ekosistem industri nasional. Kawasan industri diharapkan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Indonesia di pasar global.