Dua Siswa SMK Budi Luhur Lolos Jakarta Youth Film Lab 2026, Siap Asah Kemampuan Perfilman
INDUSTRY.co.id - TANGERANG – Dua siswa SMK Budi Luhur Kota Tangerang berhasil lolos sebagai peserta Jakarta Youth Film Lab 2026, program pelatihan pembuatan film budaya bagi pelajar SMA dan SMK yang berlangsung mulai Juni hingga Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus membuka peluang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang perfilman.
Kedua siswa tersebut adalah Hilal Anargya Prasetyo (Argy) dan Raziel Tuenku Akbar, siswa kelas XI jurusan Broadcast TV. Keduanya terpilih bersama 20 peserta lainnya setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan wawancara yang ketat.
Jakarta Youth Film Lab merupakan program pelatihan pembuatan film budaya yang diselenggarakan tanpa dipungut biaya. Sebelum memasuki tahap pelatihan, panitia membuka pendaftaran, melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, menyeleksi peserta hingga menetapkan 40 calon peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang akhirnya dipilih untuk mengikuti pelatihan.
Kepala SMK Budi Luhur, Joko Waluyo, mengapresiasi pencapaian dua siswanya tersebut. Menurut dia, kesempatan tersebut menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di industri kreatif.
“Selamat kepada kreator SMK Budi Luhur yang lolos seleksi Jakarta Youth Film Lab 2026. Ini adalah panggung kalian. Bawalah nama SMK Budi Luhur ke panggung perfilman Indonesia, tunjukkan bahwa siswa SMK mampu bersaing dan menciptakan karya yang membanggakan,” kata Joko Waluyo dalam siaran pers di Tangerang, Rabu (10/6/2026).
Ia menegaskan pihak sekolah akan terus memberikan dukungan terhadap perjalanan kreatif para siswanya. “Kami para guru dan staf sekolah akan selalu mendukung penuh perjalanan kreatif kalian. Teruslah berkarya, jadilah pembeda (Be the Difference), dan raih yang terbaik (Be the Best),” ujarnya.
Salah satu peserta yang lolos, Hilal Anargya Prasetyo, mengaku bangga dan bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini akan menjadi sarana untuk menambah pengalaman dan memperluas jaringan dengan calon sineas muda lainnya.
“Bangga, senang dan bersyukur bisa menjadi bagian Jakarta Youth Film Lab 2026. Semoga dapat menambah ilmu, pengalaman, kenal dengan calon sineas-sineas lainnya dan bermanfaat bagi saya ke depannya,” ujar Argy.
Sementara itu, Raziel Tuenku Akbar menilai kesempatan mengikuti Jakarta Youth Film Lab akan memperkaya portofolionya yang berguna untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Baca Artikel Lainnya
BCA Tawarkan Pendidikan Gratis dan Peluang Karier melalui Beasiswa PPBP-PPTI 2027
Mondelez Gandeng Nussa dan Rarra Edukasi Anak Kelola Sampah Plastik
BSI Maslahat Livestreaming Sembelih Kurban hingga Palestina
“Kesempatan tidak datang dua kali, maka harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh, profesional, fokus dan semangat,” kata Raziel.
Joko Waluyo menambahkan, sekolah yang maju tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong siswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia nyata.
“Sekolah yang maju adalah yang mendorong siswanya keluar dari zona nyaman, mengambil kesempatan belajar di dunia nyata, dan bersinergi dalam komunitas film sesama pelajar,” pungkasnya.