Menperin Agus Gumiwang Genjot Industri Susu Kelola Limbah Kemasan Pasca Lonjakan Permintaan Akibat Program MBG
- [Jawaban Langsung]: Kemenperin mendorong pengelolaan limbah kemasan susu melalui Program UBC Collection dan penerapan ekonomi sirkular untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi susu akibat Program Makan Bergizi Gratis.
- Program UBC Collection bertujuan meningkatkan pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan karton bekas minuman.
- Menteri Perindustrian menekankan pentingnya aspek pengelolaan lingkungan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi industri susu.
- Kemenperin mendorong kolaborasi multipihak (pentahelix) untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang terintegrasi.
- Investasi PT Lami Packaging Indonesia sebagai produsen kemasan aseptik lokal memperkuat rantai pasok dan daya saing industri nasional.
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kemasan seiring meningkatnya konsumsi susu yang diproyeksikan terjadi akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menilai pertumbuhan industri susu nasional harus berjalan beriringan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.
Daftar Isi- Program Used Beverage Carton (UBC) Collection dan Ekonomi Sirkular
- Peran Kemenperin dalam Pengembangan Industri Susu Berkelanjutan
- Penguatan Rantai Pasok melalui Produsen Kemasan Lokal
Program Used Beverage Carton (UBC) Collection dan Ekonomi Sirkular
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peluncuran Program Used Beverage Carton (UBC) Collection yang diinisiasi PT Lami Packaging Indonesia bersama PT Frisian Flag Indonesia di Kabupaten Serang, Banten. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan karton bekas minuman sebagai bagian dari penguatan ekonomi sirkular di sektor manufaktur.
Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang Gandeng UNIDO Genjot Industri Hijau hingga Hilirisasi Nikel
Peran Kemenperin dalam Pengembangan Industri Susu Berkelanjutan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri susu nasional tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku. Menurutnya, aspek pengelolaan lingkungan juga harus menjadi perhatian utama.
Baca Artikel Lainnya
MLBI Catat Kinerja Solid, Penjualan Bersih Naik 13% pada Awal 2026
Indomilk Tegaskan Komitmen Dukung Tumbuh Kembang Anak Melalui Edukasi dan Inovasi Nutrisi
Nespresso Hadirkan Koleksi Iced Coffee Musim Panas 2026, Sajikan Rasa Yuzu hingga Lavender yang Unik
"Program UBC Collection ini merupakan contoh konkret dari penerapan ekonomi sirkular dan Extended Producer Responsibility (EPR). Produsen tidak hanya menyuplai produk berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga bertanggung jawab mengelola kemasan pascakonsumsi agar kembali masuk ke rantai nilai industri," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Agus menilai Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi pendorong baru pertumbuhan industri makanan dan minuman, khususnya sektor pengolahan susu. Peningkatan permintaan diperkirakan mampu mendorong investasi baru, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, dan memperkuat industri pendukung mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi susu juga berpotensi menghasilkan lebih banyak limbah kemasan jika tidak diantisipasi dengan sistem pengelolaan yang baik.
"Kita harus memastikan multiplier effect dari Program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui konsep zero waste," ujarnya.
Untuk itu, Kemenperin mendorong kolaborasi multipihak atau pentahelix yang melibatkan industri susu, produsen kemasan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas pengelola sampah dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular yang terintegrasi.
Sebagai tahap awal, Program UBC Collection melibatkan sejumlah sekolah di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Para siswa diberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengumpulan sampah kemasan karton sejak dini guna membentuk kebiasaan hidup ramah lingkungan sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku daur ulang bagi industri.
Baca Juga: Tetra Pak Perluas Jaringan Daur Ulang Melalui Cartons for Communities
Penguatan Rantai Pasok melalui Produsen Kemasan Lokal
Di sisi lain, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengapresiasi investasi PT Lami Packaging Indonesia sebagai produsen kemasan aseptik lokal pertama di Indonesia.
Menurut Putu, keberadaan produsen kemasan dalam negeri dapat memperkuat rantai pasok industri makanan dan minuman nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
"Kehadiran produsen kemasan domestik seperti PT Lami Packaging tidak hanya memperkuat rantai pasok industri makanan dan minuman nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing sektor pengolahan susu dan mempercepat kemandirian industri nasional," katanya.
Kemenperin menegaskan akan terus mengawal penerapan prinsip Industri Hijau di berbagai sektor manufaktur. Melalui program pengelolaan kemasan pascakonsumsi seperti UBC Collection, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi karbon, dan target Indonesia Emas 2045 dapat dicapai secara berkelanjutan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu Program Used Beverage Carton (UBC) Collection?
[Jawaban Langsung]: Program Used Beverage Carton (UBC) Collection adalah inisiatif yang diinisiasi oleh PT Lami Packaging Indonesia bersama PT Frisian Flag Indonesia untuk meningkatkan pengumpulan dan pemanfaatan kembali kemasan karton bekas minuman. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi sirkular di sektor manufaktur.
Mengapa pengelolaan limbah kemasan susu menjadi penting saat ini?
[Jawaban Langsung]: Pengelolaan limbah kemasan susu menjadi penting karena adanya peningkatan konsumsi susu yang diproyeksikan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa sistem pengelolaan yang baik, peningkatan konsumsi ini berpotensi menghasilkan lebih banyak limbah kemasan yang dapat menimbulkan masalah lingkungan seperti peningkatan volume sampah, emisi gas rumah kaca, serta pencemaran tanah dan air.
Bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memengaruhi industri susu dan limbah kemasan?
[Jawaban Langsung]: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman, khususnya sektor pengolahan susu, melalui peningkatan permintaan, investasi baru, dan utilisasi kapasitas produksi. Namun, peningkatan konsumsi ini juga berpotensi meningkatkan jumlah limbah kemasan jika tidak diantisipasi dengan sistem pengelolaan yang baik, sehingga perlu diimbangi dengan konsep ekonomi sirkular.
Apa peran Kemenperin dalam mendorong industri hijau dan ekonomi sirkular?
[Jawaban Langsung]: Kemenperin mendorong penerapan prinsip industri hijau di berbagai sektor manufaktur dan memperkuat ekosistem industri hijau. Hal ini dilakukan melalui berbagai upaya seperti menyusun peta jalan dekarbonisasi, menyiapkan kebijakan pengurangan emisi industri, dan mengembangkan ekonomi sirkular, serta mendorong kolaborasi multipihak (pentahelix).
Apa manfaat dari penerapan ekonomi sirkular di industri?
[Jawongan Langsung]: Penerapan ekonomi sirkular di industri memiliki berbagai manfaat, antara lain mengurangi biaya operasi termasuk penghematan energi dan air, menghemat sumber daya alam yang terbatas, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, mendorong pengembangan teknologi ramah lingkungan, dan memperbaiki kualitas hidup manusia. Ini juga dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan daya saing.
- Integrasi Ekonomi Sirkular: Pertumbuhan industri susu harus diimbangi dengan pengelolaan limbah kemasan yang efektif melalui prinsip ekonomi sirkular untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
- Tanggung Jawab Produsen: Program seperti UBC Collection menunjukkan Extended Producer Responsibility (EPR) di mana produsen bertanggung jawab mengelola kemasan pascakonsumsi.
- Kolaborasi Pentahelix: Kemenperin menekankan pentingnya kerja sama antara industri, produsen kemasan, pemerintah, akademisi, dan komunitas untuk ekosistem ekonomi sirkular yang terintegrasi.
- Dampak Program MBG: Peningkatan konsumsi susu akibat Program Makan Bergizi Gratis menuntut perhatian serius terhadap potensi peningkatan limbah kemasan.
- Kemandirian Industri: Investasi pada produsen kemasan lokal seperti PT Lami Packaging Indonesia memperkuat rantai pasok nasional dan mengurangi ketergantungan impor, mendukung visi Industri Hijau dan Indonesia Emas 2045.