Menperin Agus Gumiwang Gandeng UNIDO Genjot Industri Hijau hingga Hilirisasi Nikel
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional guna mempercepat transformasi industri nasional menuju sektor manufaktur yang lebih maju, ramah lingkungan, dan berdaya saing global. Salah satu mitra strategis yang kembali diajak berkolaborasi adalah United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Deputy to the Director General and Managing Director UNIDO, Zou Ciyong, di Jakarta. Pertemuan itu menjadi tindak lanjut pembahasan kerja sama yang sebelumnya dilakukan dalam forum BRICS Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, China.
"Kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi industri Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi dunia," kata Agus dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis yang dinilai dapat mempercepat pengembangan industri nasional. Salah satunya adalah percepatan penyusunan Programme for Country Partnership (PCP) yang akan menjadi kerangka kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan UNIDO.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, mengatakan Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan.
"Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dibahas dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional," ujar Tri.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembentukan Eco-Industrial Park (EIP) Center di kawasan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Pusat ini dirancang untuk membantu transformasi kawasan industri menjadi lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Baca Artikel Lainnya
RI Resmi Masuk BRICS: Jalan Tol Ekspor ke Rusia Terbuka, Industri Nasional Siap Banjir Order
RI-Rusia Makin Mesra di BRICS, Kemenperin Bidik Investasi dan Industri Triliunan Rupiah
Indonesia International Trade Fair Dibuka, Ribuan Produk Industri Tiongkok Masuk Pasar ASEAN
Kemenperin dan UNIDO saat ini telah membentuk tim teknis untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan agar pusat tersebut dapat segera beroperasi dan menjadi model pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Indonesia.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang keterlibatan Indonesia dalam BRICS Center for Industrial Competence (BCIC). Seiring bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, inisiatif tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kompetensi SDM industri, mempercepat adopsi teknologi manufaktur digital, serta membuka peluang kolaborasi inovasi dengan negara-negara berkembang lainnya.
Tak hanya itu, pembahasan juga menyentuh sektor strategis lain, yakni pengembangan industri nikel berkelanjutan. Program yang dijalankan UNIDO bersama Tsingshan Holding Group dari China dinilai dapat mendukung agenda hilirisasi mineral Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.
Kemenperin menyambut positif berbagai upaya yang mendorong pengembangan industri nikel dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan pengelolaan lingkungan.
Melalui penguatan kerja sama ini, Indonesia dan UNIDO berharap dapat membuka lebih banyak peluang investasi, memperluas akses teknologi industri modern, serta mempercepat terwujudnya sektor manufaktur yang lebih kompetitif di pasar global.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak menuju target pembangunan industri berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045.