Balikpapan Kian Strategis, IEE Series Dorong Sinergi Industri Energi dan Konstruksi di Indonesia Timur

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:01 WIB

INDUSTRY.co.id - BALIKPAPAN - Kalimantan Timur semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Momentum tersebut ditandai dengan penyelenggaraan perdana Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 yang menjadi wadah kolaborasi sektor pertambangan, minyak dan gas, serta konstruksi di kawasan Indonesia Timur.

Pameran yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di BSCC Dome Balikpapan itu menghadirkan tiga ajang utama, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Sebanyak lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi berpartisipasi dengan membawa lebih dari 200 merek dari sedikitnya 10 negara dalam area pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi.

Ekspansi IEE Series ke Balikpapan dilakukan seiring meningkatnya aktivitas industri di Kalimantan Timur yang ditopang oleh sektor pertambangan, migas, pembangunan infrastruktur, serta proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut menjadikan Balikpapan sebagai salah satu simpul logistik dan operasional penting bagi kawasan Indonesia Timur.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat inovasi menjadi faktor utama dalam transformasi industri energi dan rekayasa.

“Inovasi adalah kunci. Karena dunia sedang menghadapi perubahan besar, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, digitalisasi semakin luas, kecerdasan buatan mulai masuk ke beberapa sektor industri, dan tujuan terhadap efisiensi yang berkelanjutan pun semakin tinggi. Tema besar Energy dan Engineering ini menjadi sangat relevan untuk membicarakan arah transformasi,” ujarnya dalam pembukaan IEE Series Balikpapan, Rabu (10/6).

Menurut Bambang, platform seperti IEE Series memiliki peran penting dalam mempertemukan para pelaku industri dan membuka peluang investasi baru. “Kami harap kegiatan ini bisa melahirkan kerja sama baru, investasi baru, inovasi baru, dan lahir solusi-solusi baru yang bisa menghadapi tantangan di sektor energi dan engineering di masa depan. Karena pada akhirnya, energi yang menggerakkan mesin pembangunan, tetapi inovasi dan kolaborasi yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah,” katanya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, yang mewakili Wali Kota Balikpapan, menilai penyelenggaraan IEE Series memiliki arti penting bagi kota yang selama ini tumbuh bersama industri energi nasional.

Baca Artikel Lainnya

Keselamatan Kerja Jadi Strategi Bisnis, WSI Tawarkan Solusi Terintegrasi untuk Industri Tambang

Aerotrans Andalkan Telematika Geotab untuk Jaga Ketepatan dan Keselamatan Awak Penerbangan

Lulusan Vokasi Kemenperin Diakui Dunia, Menperin Agus Gumiwang Siapkan Talenta RI ke WorldSkills ASEAN 2027

“Selama puluhan tahun kota ini tumbuh berkembang bersama industri pertambangan, minyak dan gas bumi serta menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi dan industri strategis di Indonesia. Karena itu penyelenggaraan IEE Series di Balikpapan memiliki arti yang sangat penting. Forum ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, teknologi, investasi, serta sumber daya manusia yang akan menentukan arah perkembangan sektor energi dan industri di masa depan,” ujarnya.

Selain menghadirkan pameran, IEE Series Balikpapan juga menggelar berbagai seminar dan forum industri yang membahas transformasi migas regional, peluang konstruksi dalam mendukung pembangunan IKN, pemanfaatan teknologi UAV dan kecerdasan buatan di sektor tambang, hingga isu keberlanjutan dan efisiensi industri.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan kehadiran IEE Series di Balikpapan merupakan bagian dari upaya mendekatkan platform industri ke pusat aktivitas proyek yang tengah berkembang pesat.

“Sejalan dengan semakin strategisnya peran Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan industri, kami berharap acara ini dapat memperkuat konektivitas, mendorong pertukaran informasi, serta membuka peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hanung menambahkan tingginya partisipasi peserta mencerminkan besarnya potensi Kalimantan sebagai pusat investasi dan pengembangan teknologi. “Melalui kolaborasi tiga sektor strategis, pertambangan, migas, serta konstruksi, yang menjadi penggerak utama pembangunan nasional, IEE Series Balikpapan berusaha mempertemukan para pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kolaboratif,” tutupnya.

Dengan mengusung konsep kolaborasi lintas sektor, penyelenggaraan IEE Series Balikpapan diharapkan mampu memperkuat rantai pasok regional, memperluas peluang bisnis, sekaligus mengukuhkan Balikpapan sebagai titik temu industri bagi kawasan Indonesia Timur.