Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Jadi Profesor Muda di Inggris
- Raeni adalah anak tukang becak yang berhasil meraih gelar doktor di Inggris: Raeni, yang pernah viral karena wisuda diantar ayahnya menggunakan becak, kini menjadi Assistant Professor of Accounting di Birmingham Business School, Inggris, setelah menempuh pendidikan hingga S3 dengan beasiswa.
- Perjalanan pendidikan Raeni didukung penuh oleh pengorbanan orang tuanya, terutama sang ayah yang rela menjual uang pesangon pensiun dan bekerja sebagai tukang becak.
- Raeni berhasil meraih beasiswa Bidikmisi untuk S1 di UNNES dengan IPK 3,96, kemudian mendapatkan beasiswa LPDP untuk S2 dan S3 di University of Birmingham, Inggris.
- Disertasinya berfokus pada pendanaan iklim global yang efektif dan adil untuk negara-negara seperti Indonesia.
- Kisah Raeni menjadi inspirasi bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan mengubah nasib keluarga.
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Siapa yang menyangka, perempuan yang pernah menjadi sorotan publik karena diantar sang ayah menggunakan becak saat wisuda kini berdiri sebagai akademisi di salah satu sekolah bisnis terkemuka di Inggris.
Namanya Raeni.
Daftar Isi- Perjalanan Inspiratif Raeni: Dari Kendal hingga Inggris
- Peran Pendidikan dan Pengorbanan Keluarga
- Menembus Batas Pendidikan Tinggi dengan Beasiswa
- Riset dan Dampak Global: Kontribusi Raeni terhadap Keuangan Iklim
- Kembali Mengabdi dan Menginspirasi
Perjalanan Inspiratif Raeni: Dari Kendal hingga Inggris
Tahun 2014, publik mengenalnya sebagai wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang (UNNES). Di tengah euforia kelulusan, perhatian banyak orang tertuju pada sosok ayahnya, Mugiyono, seorang pengayuh becak dari Kendal, Jawa Tengah. Dengan penghasilan yang kadang tak lebih dari Rp10.000 sehari, ia tetap mengayuh roda kehidupan demi memastikan putrinya bisa terus belajar.
Di balik foto yang viral itu, tersimpan cerita panjang tentang pengorbanan, tekad, dan keyakinan bahwa pendidikan dapat mengubah nasib sebuah keluarga.
Baca Artikel Lainnya
Tingkatkan Kompetensi Siswa TSM, Pertamina Lubricants Luncurkan Program EHS di Dua SMK Subang
Pendidikan Tinggi Hong Kong Cetak Prestasi Global, Dua Universitas Masuk Elite Dunia
15 Contoh Prompt AI untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja 2026
Peran Pendidikan dan Pengorbanan Keluarga
Raeni lahir pada tahun 1993 sebagai putri bungsu Mugiyono. Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah. Berbekal beasiswa Bidikmisi, ia menempuh pendidikan S1 Akuntansi di UNNES tanpa membebani orang tua. Hasilnya luar biasa. Ia lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,96 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik universitas.
Baca Juga: Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Jadi Profesor Muda di Inggris
Perjalanan itu tidak selalu mudah. Sang ayah bahkan rela menjual uang pesangon pensiunnya untuk membantu melunasi utang pembelian laptop yang dibutuhkan putrinya selama kuliah. Pengorbanan sederhana yang kelak menjadi bagian penting dari perjalanan besar tersebut.
Menembus Batas Pendidikan Tinggi dengan Beasiswa
Momentum hidup Raeni berubah ketika kisahnya mendapat perhatian nasional. Setelah viral, ia bersama keluarganya diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Halim Perdanakusuma. Dalam pertemuan itu, sebuah kesempatan besar datang: beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi ke Inggris.
"Mimpi yang selama ini hanya disimpan dalam diam akhirnya menemukan jalannya."
Mimpi yang selama ini hanya disimpan dalam diam akhirnya menemukan jalannya.
Riset dan Dampak Global: Kontribusi Raeni terhadap Keuangan Iklim
Dari Kendal, Raeni terbang ke Birmingham. Ia menyelesaikan pendidikan magister hanya dalam satu tahun dengan predikat With Distinction. Namun langkahnya tidak berhenti di sana. Ia melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama dan mendalami riset mengenai keuangan iklim global.
Disertasinya menyoroti bagaimana pendanaan iklim internasional dapat disalurkan secara lebih efektif dan adil kepada negara-negara yang membutuhkan, termasuk Indonesia. Penelitiannya berada di titik temu antara keuangan, keadilan sosial, dan masa depan lingkungan hidup dunia.
Kembali Mengabdi dan Menginspirasi
Hari ini, Dr. Raeni mengemban amanah sebagai Assistant Professor of Accounting di Birmingham Business School, Inggris. Ia mengajar mahasiswa sarjana, membimbing peneliti muda, dan terlibat dalam berbagai riset internasional.
Baca Juga: ChildFund dan YKSB Luncurkan GRI, Ubah Peternakan Domba Boyolali Jadi Model Bisnis Hijau Anak Muda
Sementara itu, di kampung halamannya di Kendal, sang ayah tak lagi harus mengayuh becak demi menyambung hidup. Buah dari perjuangan panjang itu telah menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga yang dulu hanya mengandalkan tenaga dan harapan.
Kisah Raeni adalah pengingat bahwa latar belakang bukanlah batas akhir. Dari jalanan kecil tempat becak beroperasi hingga ruang akademik kelas dunia, perjalanan itu dibangun oleh kerja keras, pendidikan, pengorbanan orang tua, dan keberanian untuk terus bermimpi.
Karena terkadang, jarak antara kehidupan sederhana dan pencapaian luar biasa bukan diukur oleh kilometer, melainkan oleh keteguhan langkah yang tak pernah berhenti. (cr ig raeni_raeni)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Siapakah Raeni?
[Jawaban Langsung]: Raeni adalah seorang perempuan inspiratif yang dikenal karena kisahnya diantar wisuda menggunakan becak oleh ayahnya pada tahun 2014. Ia berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang doktor di Inggris dan kini menjadi Assistant Professor of Accounting di Birmingham Business School.
Bagaimana Raeni bisa melanjutkan pendidikan hingga S3 di Inggris?
[Jawaban Langsung]: Raeni mendapatkan beasiswa Bidikmisi untuk studi S1 di Universitas Negeri Semarang. Setelah lulus dengan IPK 3,96, ia mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di University of Birmingham, Inggris.
Apa saja prestasi Raeni selama perjalanan pendidikannya?
[Jawaban Langsung]: Raeni lulus S1 sebagai wisudawan terbaik UNNES dengan IPK 3,96. Ia menyelesaikan pendidikan magister di Inggris dengan predikat With Distinction dan kemudian meraih gelar doktor dari universitas yang sama.
Apa peran orang tua Raeni dalam kesuksesannya?
[Jawaban Langsung]: Orang tua Raeni, khususnya sang ayah Mugiyono yang berprofesi sebagai tukang becak, memberikan dukungan dan pengorbanan luar biasa. Ayahnya bahkan rela menjual uang pesangon pensiun untuk kebutuhan kuliah Raeni dan terus bekerja keras demi pendidikan putrinya.
Apa kontribusi Raeni saat ini di Birmingham Business School?
[Jawaban Langsung]: Saat ini, Dr. Raeni menjabat sebagai Assistant Professor of Accounting di Birmingham Business School. Ia mengajar mahasiswa sarjana, membimbing peneliti muda, dan terlibat dalam berbagai riset internasional, termasuk mengenai keuangan iklim global.
- Pendidikan sebagai pengubah nasib: Kisah Raeni menunjukkan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan mencapai kehidupan yang lebih baik.
- Ketekunan dan pengorbanan: Kesuksesan Raeni adalah hasil dari ketekunan luar biasa dalam belajar dan pengorbanan besar dari orang tuanya.
- Manfaatkan kesempatan beasiswa: Raeni berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga S3 berkat berbagai beasiswa seperti Bidikmisi dan LPDP.
- Dampak positif bagi keluarga dan masyarakat: Pencapaian Raeni tidak hanya mengangkat derajat keluarganya tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada impian mereka.
- Fokus pada riset yang relevan: Penelitian doktoral Raeni tentang keuangan iklim global menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi nyata bagi isu-isu penting dunia.