Menperin Agus Gumiwang: IKM Pangan Jadi Motor Hilirisasi dan Pemberdayaan Ekonomi

Oleh : Ridwan | Minggu, 31 Mei 2026 - 09:25 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri pangan kembali membuktikan diri sebagai salah satu sektor paling tangguh dan strategis dalam menopang pertumbuhan industri manufaktur nasional. Tak hanya menjadi penyumbang besar bagi perekonomian, sektor ini juga dinilai mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi bahan baku lokal sekaligus membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa industri kecil dan menengah (IKM) pangan memiliki peran yang sangat besar dalam perekonomian Indonesia. Saat ini, jumlah IKM pangan mencapai 2,07 juta unit usaha atau sekitar 46,63 persen dari total IKM nasional.

"Pembinaan IKM pangan menjadi tugas bersama karena jumlahnya sangat besar dan tersebar di seluruh Indonesia," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, pada triwulan I 2026 sektor industri makanan dan minuman menyumbang 38,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan. 

Sementara itu, nilai ekspor industri pangan pada Februari 2026 mencapai USD 4,47 miliar, atau berkontribusi 24,07 persen terhadap total ekspor industri pengolahan.

Menurut Agus, capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri pangan merupakan salah satu sektor yang paling resilien di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

"Industri pangan memiliki prospek yang sangat baik untuk terus berkembang dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Di tengah besarnya potensi industri pangan, Kementerian Perindustrian menyoroti keberhasilan PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), produsen Yess Yoghurt asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai contoh sukses pengembangan IKM pangan yang berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyebut perusahaan tersebut berhasil menunjukkan kemampuan berinovasi sekaligus menjaga kesinambungan bisnis lintas generasi.

"PT Bogor Sari Nutrisi menjadi contoh baik bagi IKM pangan agar terus berkembang secara berkelanjutan melalui inovasi produk dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar," kata Reni saat melakukan kunjungan ke fasilitas produksi perusahaan tersebut.

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen saat ini membuat pelaku industri pangan harus mampu menghadirkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman, bergizi, dan memiliki nilai tambah.

"Produk yoghurt yang dihasilkan PT BSN menunjukkan bahwa IKM lokal mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Ini membuktikan bahwa produk pangan lokal bisa bersaing jika didukung inovasi dan kualitas yang konsisten," ujarnya.

Reni menilai meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadi peluang besar bagi industri olahan susu, termasuk yoghurt.

Meski demikian, pelaku usaha tetap dituntut menjaga kualitas produk, menerapkan standar keamanan pangan, mengikuti tren pasar, serta memperkuat strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemenperin terus menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari pendampingan sertifikasi keamanan pangan dan HACCP, fasilitasi akses pasar domestik maupun ekspor, pemasaran digital, restrukturisasi mesin produksi, hingga program inovasi melalui Indonesia Food Innovation (IFI) dan transformasi Industri 4.0.

Keberhasilan PT Bogor Sari Nutrisi juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang selama ini aktif mendampingi pelaku IKM.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin, Afrizal Haris, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendamping menjadi faktor penting dalam menciptakan IKM yang kuat dan berdaya saing.

"Kami mengapresiasi peran Dinas Perindustrian Kabupaten Bogor dan Yayasan Dharma Bhakti Astra yang konsisten mendampingi pelaku IKM lokal. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci lahirnya IKM yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global," kata Afrizal.

Ke depan, Kemenperin berharap kisah sukses PT Bogor Sari Nutrisi dapat menjadi inspirasi bagi jutaan pelaku IKM pangan di Indonesia untuk terus berinovasi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan industri global.