Menperin Agus Sukses Bawa Industri Kosmetik RI Jadi Raja Baru Pasar Global

Oleh : Ridwan | Senin, 04 Mei 2026 - 19:07 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri kosmetik, parfum, dan wellness di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang kian kuat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri dan kualitas hidup. 

Produk kosmetik kini tidak lagi sekadar kebutuhan estetika, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan aspek keamanan, kualitas, dan kesehatan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah terus mendorong daya saing sektor ini sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri nasional. Dengan jumlah penduduk besar yang didominasi usia produktif, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar kosmetik yang sangat menjanjikan di kawasan.

“Industri kosmetik, parfum, dan wellness memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi salah satu pilar pertumbuhan industri nasional,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang mendukung, termasuk fasilitasi, pembinaan, dan penguatan ekosistem industri agar mampu bersaing di tingkat global.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2025, jumlah pelaku industri kosmetik di Indonesia telah menembus lebih dari 1.500 unit usaha. Menariknya, lebih dari 90 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM), yang menunjukkan besarnya peran wirausaha lokal dalam sektor ini.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menekankan pentingnya inovasi dan pemahaman terhadap standar keamanan bagi pelaku IKM kosmetik.

“IKM kosmetik harus mampu menghadirkan inovasi sekaligus peka terhadap kebutuhan pasar, serta memahami standar keamanan untuk menghasilkan produk berkualitas,” kata Reni.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan fasilitas manufaktur modern sebagai faktor kunci dalam memperkuat struktur industri nasional. Menurut Reni, fasilitas produksi berstandar tinggi dapat menjadi tolok ukur bagi pengembangan lini produksi IKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Salah satu langkah nyata terlihat dari pembukaan fasilitas manufaktur Prioritas Wellness Indonesia di Tangerang. Kehadiran fasilitas ini dinilai sebagai sinyal positif atas pertumbuhan sektor manufaktur kosmetik dan wellness di Tanah Air.

Dari sisi pasar, nilai industri kosmetik Indonesia pada 2025 tercatat mencapai sekitar USD 9,74 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,33 persen hingga 4,37 persen. Kinerja ekspor juga mengalami peningkatan, dari USD 416,8 ribu pada 2024 menjadi USD 473,8 ribu pada 2025.

“Dengan kinerja pasar dan ekspor yang positif, industri kosmetik Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global,” ujar Reni.

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA pun terus menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, pendampingan sertifikasi dan izin edar, restrukturisasi mesin, hingga perluasan akses pasar.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menilai kehadiran fasilitas manufaktur baru ini mencerminkan optimisme besar terhadap masa depan industri kosmetik nasional.

“Ini bukan sekadar pabrik, tetapi simbol bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi pemain utama dalam industri kosmetik, parfum, dan wellness dunia,” ujarnya.

Ia berharap, pengembangan industri ini dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional, memperkuat kemitraan dengan IKM, serta membuka lapangan kerja baru. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal juga terus didorong guna meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.