Kemenperin Gandeng MR.DIY, Jalan Baru Produk IKM Tembus Pasar Modern

Oleh : Candra Mata | Minggu, 24 Mei 2026 - 09:56 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di tengah tekanan ekonomi global yang terus bergerak dinamis, pemerintah memilih tidak tinggal diam. Kementerian Perindustrian kembali menegaskan langkahnya dalam memperkuat industri kecil dan menengah (IKM) nasional lewat perluasan akses pasar dan kolaborasi dengan sektor ritel modern. Langkah itu ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.DIY) di Jakarta, Senin (18/5).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekosistem industri nasional agar pelaku IKM memiliki ruang tumbuh yang lebih besar di pasar domestik maupun internasional.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5).

Optimisme pemerintah terhadap sektor manufaktur bukan tanpa alasan. Di tengah tantangan geopolitik dan krisis energi global yang berdampak pada logistik serta bahan baku, industri pengolahan nasional masih mencatat pertumbuhan 5,04 persen pada triwulan I tahun 2026 dengan kontribusi 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional,” ungkapnya.

Kepercayaan pelaku industri pun masih terjaga. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 tercatat berada pada level ekspansif sebesar 51,75. Menurut Agus, kondisi tersebut memperlihatkan kemampuan industri nasional untuk tetap adaptif di tengah ketidakpastian global.

“Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pasar domestik dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai fondasi utama memperkuat daya saing industri nasional, khususnya sektor IKM,” tegasnya.

Kesepakatan kerja sama diteken langsung oleh Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita bersama Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil. Kerja sama yang akan berlangsung selama dua tahun itu mencakup pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi, perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga pendampingan pemasaran produk IKM.

Ruang lingkup produk yang akan dikembangkan cukup luas, mulai dari perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.

Bagi pemerintah, IKM bukan sekadar pelengkap industri nasional. Reni Yanita menegaskan bahwa sektor ini merupakan fondasi penting ekonomi daerah sekaligus penyerap tenaga kerja yang signifikan. Berdasarkan data BPS tahun 2025, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.

“Pada triwulan I tahun 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” ujarnya.

Reni juga menyoroti pentingnya memperluas implementasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), bukan hanya melalui pengadaan pemerintah, tetapi juga lewat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan produk lokal.

“Program P3DN dapat menjadi penggerak nasionalisme ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk IKM Indonesia, baik di pasar domestik maupun global,” imbuhnya.

Ia berharap semakin banyak produk IKM binaan Kemenperin dapat menembus rantai pasok MR.DIY dengan kualitas yang mampu bersaing dan sesuai kebutuhan pasar.

“Kehadiran MR.DIY sebagai mitra ritel modern nasional menjadi peluang besar bagi IKM untuk memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal,” tuturnya.

Di sisi lain, MR.DIY melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan usaha lokal Indonesia. Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk, Rika Juniaty Tanzil, menyebut pihaknya saat ini telah menggandeng hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas. Saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok ritel MR.DIY,” ujar Rika.

Menurutnya, pengembangan usaha lokal tidak cukup berhenti pada perluasan akses pasar semata. Pendampingan dan penguatan kapasitas tetap menjadi faktor penting agar pelaku usaha dapat tumbuh berkelanjutan.

Rika berharap lebih banyak IKM binaan Kemenperin mampu masuk ke jaringan ritel MR.DIY yang kini telah hadir di 37 provinsi di Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu lebih banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menciptakan ekosistem kemitraan yang positif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menambahkan bahwa penguatan ekosistem industri nasional membutuhkan kerja sama jangka panjang yang konsisten antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor distribusi modern.

“Ke depan, kami akan menyusun berbagai program konkret seperti kurasi produk, peningkatan standardisasi, pendampingan desain dan kemasan, penguatan kapasitas produksi, hingga fasilitasi business matching yang berkelanjutan,” ujar Yedi.

Tak berhenti di situ, Ditjen IKMA bersama MR.DIY juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan pengembangan pasar bagi IKM nasional berjalan secara berkelanjutan.

Baca juga: Sejarah Berdirinya Kemenperin: Peran Menperin dalam Industri Nasional