MTDL Tebar Dividen Rp 331,5 Miliar, Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Gejolak Ekonomi

Oleh : Hariyanto | Rabu, 10 Juni 2026 - 13:15 WIB

INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 331,5 miliar atau setara 40,7% dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan demikian, pemegang saham akan menerima dividen Rp 27 per saham.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (9/6) di Jakarta. Pembagian dividen ini mempertegas konsistensi Metrodata dalam menjaga imbal hasil bagi investor di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik.

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, mengatakan kebijakan dividen yang konsisten merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Konsistensi dalam pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Kemampuan membukukan kinerja positif secara berkelanjutan dan menjaga kebijakan dividen yang atraktif menjadikan MTDL sebagai salah satu hidden gem di pasar modal Indonesia," ujar Susanto dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Perseroan menilai kemampuan mempertahankan pembagian dividen secara rutin menjadi salah satu daya tarik saham MTDL, selain potensi pertumbuhan bisnis yang terus dijaga. Kinerja pada awal tahun ini juga masih menunjukkan tren positif. Pada kuartal I-2026, Metrodata membukukan pendapatan Rp 6,7 triliun, meningkat 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih naik 3,4% secara tahunan menjadi Rp 158,9 miliar.

Di tengah memanasnya kondisi geopolitik dan gejolak ekonomi global yang membuat pola belanja konsumen dan korporasi lebih selektif, Metrodata memilih mengambil langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Perseroan akan memperkuat strategi ekspansi melalui perluasan portofolio produk dan layanan, memperdalam hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan kontribusi bisnis berbasis pendapatan berulang (recurring income).

Pada lini Solusi dan Konsultasi Digital, Metrodata akan menata ulang arsitektur solusi dan memperluas kolaborasi dengan prinsipal baru yang menawarkan teknologi alternatif dengan efisiensi lebih tinggi. Sementara di bisnis Distribusi Digital, perusahaan akan mengoptimalkan kekuatan portofolio yang dimiliki, termasuk memperluas ragam produk smartphone dan notebook guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.

Meski industri teknologi informasi dan komunikasi nasional masih menghadapi tantangan, Metrodata tetap optimistis prospek bisnis Solusi dan Konsultasi Digital pada tahun ini akan tumbuh. Perseroan melihat peluang dari kembali bergulirnya proyek-proyek strategis pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN), yang berpotensi meningkatkan kebutuhan solusi teknologi di sektor publik maupun korporasi.

Baca Artikel Lainnya

Bisnis APAC Tumbuh Pesat, Akamai Siapkan Infrastruktur untuk Era AI Real-Time

AFTECH Soroti Sisi Positif Pindar, Penyaluran Pinjaman Tembus Rp1.388 Triliun

Belanja FMCG di E-Commerce Makin Kuat, SIRCLO Sebut Omnichannel Jadi Kunci Pertumbuhan Brand

"Selain dari proyek-proyek strategis pemerintah, kebutuhan industri untuk menekan pengeluaran, modernisasi data, memastikan keamanan siber, dan memanfaatkan cloud untuk berbagai proses bisnis juga akan menciptakan permintaan layanan kepada Perseroan," kata Susanto.

Dengan kombinasi pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga dan kebijakan dividen yang konsisten, Metrodata berupaya mempertahankan posisinya sebagai emiten teknologi yang mampu memberikan imbal hasil menarik di tengah kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi.