BDx Kantongi Komitmen Listrik 1,2 GW dari PLN, Percepat Ekspansi Infrastruktur AI dan Data Center
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan layanan cloud di Indonesia terus mendorong permintaan pasokan listrik dalam skala besar. Menangkap peluang tersebut, BDx Data Centers (BDx) mengamankan komitmen pasokan listrik hingga 1,2 gigawatt (GW) dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk menopang ekspansi pusat data dan fasilitas AI di Indonesia.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu komitmen pasokan listrik terbesar yang pernah diperoleh operator pusat data di Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi BDx sebagai pemain utama dalam pembangunan infrastruktur digital nasional di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI dan layanan hyperscale.
Dalam kerja sama terbaru, BDx memperoleh komitmen pasokan listrik jaringan sebesar 788 MVA untuk kampus AI CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kapasitas listrik fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, hingga sekitar 60 MVA, serta mengamankan kapasitas daya hingga 385 MVA untuk pengembangan pusat data CGK5 di kawasan Suryacipta, Jawa Barat.
CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan ketersediaan pasokan listrik yang andal menjadi faktor krusial dalam pengembangan ekosistem AI dan pusat data modern yang membutuhkan konsumsi energi dalam jumlah besar.
“Pasokan listrik yang andal dan scalable merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI dan digital infrastruktur di Indonesia. Profesionalisme dan dukungan operasional PLN berperan penting dalam mendukung perluasan kapasitas kami di Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (3/6).
Menurutnya, kolaborasi dengan PLN memungkinkan BDx membangun infrastruktur digital yang siap menjawab lonjakan kebutuhan AI dari perusahaan, hyperscaler, hingga kebutuhan komputasi yang mengutamakan kedaulatan data.
“Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan, hyperscaler, dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambahnya.
Di sisi lain, PLN melihat pertumbuhan industri pusat data dan AI sebagai salah satu motor baru permintaan listrik nasional. Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menegaskan perusahaan akan terus mendukung kebutuhan energi sektor digital yang berkembang pesat.
“PLN selalu berkomitmen untuk mendukung industri digital strategis, dengan menyediakan infrastruktur listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan. Kolaborasi kami dengan BDx mencerminkan peran PLN dalam mendorong pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia secara tangguh dan berkelanjutan,” kata Adi.
Senada, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat Martindar Jalu Respati menilai sinergi antara sektor energi dan penyedia infrastruktur digital menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi di kawasan.
“Pertumbuhan permintaan terhadap layanan AI dan digital di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat antara penyedia infrastruktur digital dan ekosistem energi nasional. PLN bangga dapat mendukung pengembangan infrastruktur digital berskala besar dan andal, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi regional dan AI,” ujarnya.
Ekspansi kapasitas listrik tersebut akan menopang pengembangan tiga fasilitas utama BDx di Indonesia. Kampus AI CGK4 yang berlokasi di Jatiluhur menjadi fasilitas pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi NVIDIA DGX-Ready. Fasilitas ini memiliki kapasitas hingga 650 MW yang terintegrasi dengan sumber energi terbarukan dan telah mendukung implementasi GPU NVIDIA H100 untuk kebutuhan pelatihan AI.
Sementara itu, CGK3 di Jakarta dikembangkan untuk komputasi berdensitas tinggi dengan teknologi liquid cooling guna mengakomodasi platform AI generasi berikutnya, termasuk NVIDIA GB200. Adapun CGK5 di Suryacipta akan memperluas kapasitas hyperscale BDx dengan daya mencapai 300 MW.
Masifnya pengembangan pusat data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur AI tidak hanya bergantung pada teknologi komputasi, tetapi juga pada ketersediaan energi dalam skala besar. Dengan dukungan pasokan listrik hingga 1,2 GW, BDx menempatkan diri di garis depan pembangunan infrastruktur AI dan cloud yang menjadi fondasi transformasi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.