Akamai Umumkan Rencana Akuisisi LayerX Senilai US$205 Juta untuk Perkuat Kontrol Keamanan Penggunaan AI
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Akamai Technologies (AKAM) mengumumkan telah menandatangani kesepakatan definitif untuk mengakuisisi LayerX, penyedia solusi AI usage control berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB), dalam langkah strategis memperluas perlindungan keamanan hingga ke browser yang kini menjadi pusat aktivitas kerja perusahaan.
Akuisisi ini diposisikan sebagai bagian penting dari penguatan portofolio keamanan Zero Trust Akamai, terutama di tengah meningkatnya penggunaan aplikasi AI generatif, solusi SaaS berbasis AI, hingga AI agents di lingkungan enterprise.
Melalui integrasi teknologi LayerX, Akamai ingin menghadirkan pengawasan dan kontrol keamanan langsung pada titik penggunaan AI, yakni browser, tanpa memaksa perusahaan berpindah dari browser pilihan mereka.
Berbeda dari pendekatan browser enterprise proprietary yang mengharuskan perubahan pengalaman pengguna, LayerX memungkinkan organisasi mempertahankan browser populer yang telah digunakan sambil memperoleh visibilitas real-time terhadap interaksi tenaga kerja dengan aplikasi AI, termasuk prompt, unggahan file, konten web, hingga layanan SaaS.
Mani Sundaram, Executive Vice President dan General Manager Security Technology Group Akamai, mengatakan kebutuhan pelanggan terhadap kontrol keamanan AI semakin mendesak di tengah laju adopsi teknologi yang sangat cepat.
“Pelanggan kami mengadopsi AI dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka menyampaikan hal yang sama: kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models,” ujar Sundaram.
“Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut dengan menghadirkan lapisan kontrol yang mengatur AI langsung pada titik penggunaannya, sehingga perusahaan dapat bergerak secepat AI tanpa mengorbankan keamanan dan kepatuhan.” tambahnya.
Akamai menyebut kemampuan LayerX akan melengkapi portofolio keamanan Zero Trust yang telah dimiliki perusahaan, termasuk Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime untuk aplikasi AI, serta segmentasi tingkat workload untuk AI inference. Kombinasi tersebut diklaim akan menciptakan kontrol penggunaan AI yang menyeluruh, mencakup pengguna, aplikasi, dan infrastruktur dalam satu ekosistem keamanan yang skalabel.
Sementara itu, Or Eshed, Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder LayerX, menilai pengamanan interaksi manusia maupun AI agents kini menjadi tantangan utama dalam keamanan enterprise modern.
“Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun AI agents telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise,” kata Eshed.
“Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global dengan menggabungkan teknologi LayerX bersama portofolio Zero Trust Akamai dan platform edge paling terdistribusi di dunia. Kami sangat antusias memiliki kesempatan untuk mempercepat visi keamanan kami melalui kesepakatan ini.” lanjutnya.
Sebagai bagian dari transaksi, seluruh karyawan LayerX, termasuk para pendirinya, yakni Or Eshed dan David Vaisbrud, akan bergabung dengan organisasi Zero Trust Akamai. Akuisisi ini juga menjadi transaksi perusahaan keamanan siber berbasis Tel Aviv keempat yang dilakukan Akamai dalam lima tahun terakhir, sekaligus memperluas kapasitas pusat inovasi keamanan siber perusahaan di wilayah tersebut.
Berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani, Akamai akan mengakuisisi seluruh saham LayerX dengan nilai sekitar US$205 juta setelah memperhitungkan penyesuaian harga pembelian. Penyelesaian transaksi diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga 2026, bergantung pada pemenuhan persyaratan umum.
Akuisisi ini diproyeksikan berdampak dilutif terhadap non-GAAP earnings per share (EPS) Akamai sekitar US$0,12 pada tahun fiskal 2026, sementara bisnis LayerX diperkirakan mencatat annual recurring revenue sekitar US$10 juta pada akhir tahun.