Kolaborasi ASEAN-Jepang Forum Dorong Daya Saing SDM Industri Nasional

Oleh : Candra Mata | Jumat, 29 Mei 2026 - 10:41 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah terus mempercepat transformasi industri manufaktur nasional dengan menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Making Indonesia 4.0 sekaligus menopang target Indonesia Emas 2045, di mana sektor manufaktur diproyeksikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa transformasi industri tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.

“Tantangan transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia saat ini terletak pada kesiapan teknologi digital dan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan SDM industri menjadi fondasi yang sangat penting,” kata Menperin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (28/5).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus menggencarkan berbagai program pelatihan industri 4.0 bagi pelaku industri maupun lembaga pendidikan vokasi. Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan kebutuhan industri saat ini tidak hanya sebatas tenaga kerja dengan kemampuan teknis dasar, tetapi juga SDM yang mampu menguasai teknologi digital, memahami otomatisasi dan Internet of Things (IoT), mengelola data industri, meningkatkan efisiensi energi, hingga mendukung agenda dekarbonisasi dan industri hijau.

“Indonesia memiliki peluang besar karena didukung populasi usia produktif yang sangat besar. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Doddy.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan mitra internasional menjadi kunci dalam menciptakan SDM industri yang inovatif dan mampu bersaing di tingkat global.

Komitmen tersebut juga tercermin melalui partisipasi aktif BPSDMI dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (19/5). Forum itu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam memperkuat pengembangan SDM industri di kawasan ASEAN.

Presiden Direktur Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta Shinji Hirai menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi banyak negara saat ini adalah memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga keterampilan memecahkan masalah dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.

“Hal ini sangat relevan di Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi sedang kuat dan angkatan kerjanya muda serta dinamis, sementara industri membutuhkan talenta yang lebih terampil dan siap kerja,” ungkap Shinji.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menilai ASEAN-Japan Forum menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam pengembangan talenta industri nasional.

“Kami berharap AMEICC dapat terus mendukung peningkatan daya saing SDM industri Indonesia melalui transformasi digital sehingga mampu memperkuat daya saing industri nasional,” tutur Wulan.

Kemenperin bersama mitra internasional juga terus memperkuat berbagai program pengembangan SDM industri. Sejak 2022, kerja sama dengan Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan AOTS difokuskan pada penguatan kapasitas tenaga pengajar di unit pendidikan tinggi industri, termasuk pengembangan metodologi 5S dan Kaizen guna meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.

Pada 2025, program tersebut diperluas dengan fokus pada Green Transformation (GX) dan Digital Transformation (DX). Selain itu, BPSDMI bersama AOTS juga menyelenggarakan pelatihan LeMMI 4.0 bagi dosen dan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta sejak 2021 hingga 2026 dengan total peserta mencapai 110 orang.

Pelatihan serupa turut diberikan kepada praktisi industri di PIDI 4.0 dengan jumlah peserta sebanyak 258 orang. Di sisi lain, BPSDMI juga mengembangkan pelatihan bertema Big Data, Internet of Things, Cloud Computing, hingga transformasi industri 4.0 tingkat manajerial guna memperkuat kesiapan SDM menghadapi era industri digital.