JTPE Tebar Dividen Rp210 Miliar, Siap Genjot Bisnis RFID
INDUSTRY.co.id - SURABAYA — PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) memutuskan membagikan dividen jumbo dari laba tahun buku 2025 di tengah optimisme mempertahankan pertumbuhan bisnis pada tahun ini. Emiten percetakan sekuriti tersebut menetapkan rasio pembayaran dividen mencapai 60% dari laba bersih, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha ke depan.
Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Surabaya, Jumat (29/5). Total dividen yang dibagikan mencapai Rp210,6 miliar atau setara Rp31 per saham setelah memperhitungkan 57,72 juta saham hasil buyback yang dilakukan pada periode 15 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.
Pembagian dividen besar tersebut ditopang oleh lonjakan kinerja sepanjang 2025. JTPE mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp351,4 miliar atau tumbuh 47,7% secara tahunan. Sementara itu, pendapatan perseroan menembus Rp2,8 triliun, naik 31,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan kebijakan dividen dengan payout ratio tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga nilai tambah bagi pemegang saham.
“Keputusan membagikan dividen dengan rasio pembayaran yang tinggi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham. Tentunya ini juga sejalan dengan keberhasilan Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 48% sepanjang tahun 2025,” ujar Allan.
Meski demikian, JTPE mengakui kinerja kuartal I-2026 masih menghadapi tekanan. Pelemahan terjadi akibat pergeseran jadwal pengadaan produk sekuriti pemerintah ke kuartal II dan III serta kenaikan biaya material. Namun, manajemen meyakini tekanan tersebut bersifat sementara dan kontribusi tender pemerintah akan kembali meningkat pada semester II-2026.
Perseroan juga menaruh harapan pada pengembangan bisnis biometrik dan kemasan sebagai mesin pertumbuhan baru. Menurut manajemen, pertumbuhan tahun ini lebih banyak ditopang peningkatan volume penjualan dibandingkan kenaikan harga jual rata-rata produk.
Untuk menjaga profitabilitas, JTPE menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperkuat produk dengan margin lebih tinggi, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka peluang pertumbuhan anorganik melalui kolaborasi strategis.
Langkah ekspansi terbaru dilakukan melalui pembentukan perusahaan patungan bersama mitra asal Hong Kong dengan mendirikan PT Nusatek Global Solutions. Joint venture tersebut difokuskan pada pengembangan produk RFID yang saat ini dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen optimistis diversifikasi bisnis melalui teknologi RFID dan proyek biometrik dapat menopang keberlanjutan kinerja perseroan di tengah dinamika industri percetakan sekuriti yang semakin kompetitif.