Produk Herbal Indonesia Tembus Arab Saudi, Kantongi Kontrak Ekspor Perdana Rp2,5 Miliar
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Produk herbal Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Kali ini, PT Dami Sariwana berhasil mengamankan kesepakatan bisnis senilai Rp2,5 miliar untuk pengiriman perdana produk herbal ke Arab Saudi melalui kerja sama dengan perusahaan distributor setempat, Al Itholah Trading.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Agreement (LoA) antara Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, di Gedung Pelayanan Terpadu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa produk herbal Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global, khususnya kawasan Timur Tengah.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi hasil nyata dari program pembinaan eksportir yang dijalankan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP) Kemendag.
“Hal ini membuktikan program pendampingan Kemendag mampu mencetak eksportir yang tangguh dan siap bersaing di pasar ketat seperti Timur Tengah. Kami optimistis momentum ini akan memperkuat posisi produk herbal Indonesia,” katanya.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengungkapkan bahwa meningkatnya tren gaya hidup sehat di Arab Saudi menjadi peluang besar bagi produk herbal Indonesia untuk memperluas pangsa pasar.
Untuk memastikan keberlangsungan kerja sama, ITPC Jeddah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap calon importir sebelum penandatanganan dilakukan.
“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.
Kerja sama dagang tersebut mencakup tiga produk herbal unggulan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh.
Baca Artikel Lainnya
Menperin Agus Gumiwang Genjot IKM Fesyen-Kriya Tembus Pasar Global
Menperin Agus Gumiwang Buka Jalan Produk IKM Pangan Lokal Tembus Industri Besar
Peluang Bisnis Daur Ulang Limbah 2026: Dari Sampah Jadi Cuan Jutaan
Pada tahap awal, PT Dami Sariwana akan mengirimkan satu kontainer produk yang dijadwalkan berangkat pada Juli 2026 setelah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
PT Dami Sariwana yang berbasis di Serpong, Tangerang, merupakan perusahaan binaan PPSDMEJP Kemendag yang memproduksi berbagai produk kesehatan berbahan alami.
Taswan Wimala Putra mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah yang dinilai berperan penting dalam membuka akses pasar Arab Saudi.
“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya,” kata Taswan.
Di sisi lain, Nassrudin menyebut produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dan berpotensi diterima lebih luas di kawasan regional.
“Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini kami bahkan telah menyiapkan area pemajangan untuk produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi, terutama di sektor nonmigas.
Sepanjang Januari–April 2026, total perdagangan nonmigas kedua negara tercatat mencapai USD 1,02 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 675,8 juta, sementara impor nonmigas dari Arab Saudi sebesar USD 345,9 juta, sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 329,9 juta.
Sementara pada sepanjang 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Ekspor Indonesia mendominasi sebesar USD 2,88 miliar, sedangkan impor tercatat USD 1,06 miliar.
Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan nonmigas Indonesia terhadap Arab Saudi sebesar USD 1,82 miliar.